Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA TERKINI » Diam Sejenak untuk Sumpah Pemuda

Diam Sejenak untuk Sumpah Pemuda

(80 Views) Oktober 17, 2012 9:34 am | Published by | No comment

Tiap kali memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober sesungguhnya harus tetap menjadi babak baru bagi pembaruan komitmen politik kebangsaan kita. Peringatan Sumpah Pemuda hendaknya menjadi tolok ukur dan bahan evaluasi perjalanan sejarah lahirnya Sumpah Pemuda dan merenungkan etape perjalanan peringatannya dari tahun ke tahun. Sejauh mana tekad kesatuan itu terpatri di tiap sanubari anak bangsa di tengah semakin membaranya politik disintegrasi yang bisa merapuhkan pilar keutuhan berbangsa, bernegara dan bertanah air satu.  

Disintegrasi bangsa yang selama ini terkontaminasi oleh kepentingan politik tertentu telah mencedrai ideologi bangsa sebagai fondasi semangat kebersamaan, kerukunan, keutuhan dan semangat kebhineka-tunggal-ikaan. Sebagai bangsa yang besar yang dilahirkan dari perjuangan yang berat dan melelahkan yang selama kurun waktu yang panjang pasca kemerdekaan dalam proses perkembangannya telah bernteraksi dalam kehidupan beragama, ekonomi, sosial dan kebudayaan.
Sayangnya gerakan-gerakan sporadis tersebut telah mencoreng apa yang disebut khittah perjuangan sesungguhnya dari bangsa Indonesia. Pemaknaan nilai-nilai kebangsaan yang hakiki telah tergembosi pola pikir dan interpretasi yang diterjemahkan begitu sempit. Karena itu tidak mengherankan nilai harmoni kebangsaan yang suci dan hakiki semakin buram karena kuatnya desakan ketidakjujuran, kemalasan dan pantang berkorban. 
Bisa dibuktikan keparahan semangat ini telah mereduksi hampir semua lini bangsa ini dari lokal hingga di tingkat nasional. Sebuah catatan pinggir yang perlu digarisbawahi, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan jumlah pemuda yang dikatagorikan juga cukup besar. Potensi pemuda Indonesia yang cukup besar tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa bangsa ini menjadi maju dan besar dengan segala dinamika perubahan yang terjadi adalah berkat karya produktif seorang pemuda. 
Gagasan dan cara berpikir pemuda dari watak pragmatis ke wawasan global telah mampu menunjukkan jati diri bangsa yang terdiri dari banyak suku dan adat kebiasaan. Inilah yang menjadikan bangsa yang serba plural ini menjadi sebuah bangsa yang bisa diperhitungkan di dunia. Potret bangsa Indonesia yang telah mampu menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat tersebut, merupakan tanggung jawab moril bagi pemuda sekarang, untuk kembali ambil bagian dalam mewujudkan cita-cita bersama, kesejahteraan masyarakat. 
Semangat nasionalisme pemuda harus tetap terpatri, bahwa keutuhan, kesatuan dan kebersamaan bangsa Indonesia menjadi kata kunci dalam menyatukan dan memperkuat falsafah Bhineka Tunggal Ika. Mencermati perjalanan sejarah panjang perjuangan gerakan kepemudaaan di tanah air, yang sarat akan pengalaman dan gejolak dimensi sosial telah membentuk karakteristik pemuda yang lebih dewasa dalam kiprahnya pada pertumbuhan dan pembangunan bangsa ini. Artinya, pemuda mampu menciptakan bargaining position baik kepada pemerintah, terlebih kepada masyarakat. 
Kemandirian pemuda berdampak pada tatanan sosial dan semakin memperteguh semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Pemuda Indonesia telah banyak memberikan kontribusi nyata dalam mempersatukan etnitas sekaligus sebagai pelaku sejarah pembangunan negeri ini. Sehingga kedaulatan negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap ditegakkan. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa atau etnis dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Rote. Di sana terpateri kekuatan adat dan budaya yang tidak hanya tangguh, tapi juga mampu memberi inspirasi. 
Dalam momentum seperti ini pemuda Indonesia hendaknya mampu memberikan inspirasi pemikiran konstruktif dan produktif. Kreatifitas pemuda harus tetap bertumpu pada semangat nasionalisme dan mampu menjadikan pemuda Indonesia secara tidak langsung bisa menyatukan satuan-satuan etnik itu bisa memberikan kontribusi vital dalam pembentukan bangsa. Beragam etnik, kehidupan sosial kultural, agama, terbalut dalam berbagai perbedaan merupakankekuatan yang membanggakan dan harus tetap semakin direkatkan atas dasar saling harga-menghargai. Pengaruh materialisme, liberalisme hingga individualisme akibat globalisasi merupakan tantangan dalam perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. 
Bangsa ini terdiri dari berbagai macam suku bangsa atau etnis, budaya Di sana terpateri kekuatan adat dan budaya yang tidak hanya tangguh, tapi juga mampu memberi inspirasi. Dengan satu komitmen pemuda Indonesia telah mengambil peran sentris sekalipun berbagai etnik dengan latar belakang daerah yang berbeda di Bumi Pertiwi, bersatu dan menciptakan kebersamaan. Persatuan itu demi satu cita-cita suci menegakkan kedaulatan dengan mendasarkan prinsip keadilan menuju kesejahteraan dan menjunjung tinggi budaya yang beretika. Sebelum dan sesudah lahirnya bangsa Indonesia ini hingga masa reformasi sekarang ini, Pemuda haruslah tetap menempatkan diri sebagai mediator dari perbedaan. Bahkan prinsip gerakan kepemudaan yang penuh kreatif, humanis dan lebih dinamis serta saling menghargai perbedaan seiring dengan penerapan prinsip demokrasi yang terus dikembangkan. Pada sisi lain, meski dalam perjalanan bangsa, berbagai persoalan terjadi di tengah masyarakat.
Categorised in: ,

No comment for Diam Sejenak untuk Sumpah Pemuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *