Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » HIKMAH » Seorang Pembantu Tampan Yang Tau Diri

Seorang Pembantu Tampan Yang Tau Diri

(97 Views) November 8, 2012 9:44 am | Published by | No comment
Krisna Mukti Radadi jadi seorang pemuda dari desa yang merantau ke kota, untuk menghidupi keluarganya yang ada di desa, dia seorang laki-laki yang tampan dan gagah, banyak wanita yang ingin mendekati dirinya, tetapi dia adalah seorang laki-laki yang sangat alim sehingga dia tidak ingin mendekati seorang wanitapun.
Krisna Mukti Radadi Dadi menjadi seorang pembantu rumah tangga di kota, dia memiliki majikan yang sangat cantik, majikan tersebut mencoba merayu Krisna, tetapi Krisna tidak mau melayani majikannya, dan kejadian memalukan tersebut akhirnya di ketahui oleh masyarakat, sehingga timbullah gunjingan yang tertuju kepada majikan. Sang majikan pun mengundang teman-temannya agar melihat ketampanan krisna.

Mpok hindun : eh jeng….ada gossip baru lho ?? tahu gak mpok laila yang wajahnya cantik…masa suka sama pembantu..padahalkan mas bram sangat gagah dan kaya lagi.
Mpok Ijum : betul banget..tidak bisa kita bayangkan..seorang majikan yang cantik suka dengan pembantu.
Mpok Rah : (ketawa mengejek tingkah laku temannya)
(Tidak lama masuk Mpok Laila)
Mpok Laila : (dengan nada berdehem)..kalian boleh berkata seperi itu kepadaku..karena kalian belum pernah melihat pembantu yang membuatku sangat tergila-gila kepadanya.
(para tamupun ketawa, seakan-akan meremehkan perkataan mpok laila)
Mpok Rah : (ketawa dengan nada tinggi) Mmmmmm..memangnya seperti apa pembantu yang anda katakana tadi, yang membuat anda tergila-gila kepadanya?
Mpok Ijum : kalau memang benar bicara mu itu..cepat keluarkan pembantumu yang membuat anda tidak tahan melihatnya.
Mpok Laila :itu sebabnya..aku mengundang kalian ke sini, agar kalian semua tahu penyebabnya..sampai aku berbuat seperti yang diberitakan masyarakat.
(Mpok laila pun memanggil Krisna, (krisna masuk) para tamu sedang asyik mengobrol sambil memegang pisau yang telah disediakan mpok laila untuk memotong buah). (tanpa sadar para tamu geleng-geleng kepala karena terpesona)
Mpok Ijum : (bergeleng-geleng kepala) subhanallah..Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia sesungguhnya ini malaikat yang mulia.
(mpok Laila pun bertepuk tangan tanda gembira, melihat jari-jari wanita yang terhiris)
Mpok laila : inilah Krisna radadi dadi..yang membuat aku menjadi ejekan-ejekan kalian. Salahkah aku jika aku tergila-gila kepadanya? Kalian hanya melihat sepintas..sudah mulai kehilangan kesadaran sehingga bukan buah yang kalian kupas tetapi jari-jari tangan kalian yang terhiris..!!aku mengaku di depan kalian, memang akulah yang merayu dan menggoda Krisna agar dia mau menerima cintaku..namaku sudah tercemar..aku tidak ragu-ragu untuk memecatnya dan memenjarakannya dengan tuduhan dia mau menggodaku…
Mpok Hindun : hai krina..mengapa kau keras kepala menghadapi mpok laila yang menyayangimu dan mencintaimu? Kenapa engkau menolak ajakannya..suatu keuntungan besar bagimu..bahwa seorang wanita cantik seperti Mpok laila yang bersuamikan seorang pegawai pemerintahan tertarik kepadamu, ataukah mungkin kau adalah seorang lelaki yang tidak kenal di untung?
Mpok Iprah : Jika sekiranya kamu tidak tertarik kepada mpok laila karena kecantikannya, maka berbuatlah untuk kekayaannya dan kedudukan suaminya, sebab jika kau dapat menyesuaikan dirimu kepada kehendak Mpok laila dan mengikuti segala perintahnya pasti kau akan dapat harta yang banyak.
Mpok Ijum : hai krisna..pikirkanlah baik-baik dan ingatlah nasihatku ini: Mpok laila sudah terlanjur diejek dan dikecam orang dan sudah terlanjur namanya menjadi bualan didalam masyarakat karena kau , maka dia mengancam bila engkau tetap keras kepala dan tidak mau terhadap keinginannya, pasti ia akan memecat dan memejarakan dengan tuduhan kau ingin menggoda mpom laila..sayangilah hai krisna dirimu masih muda remaja dan tampan ini. Dan ikutilah perintah mpok laila, Kau seorang perantau yang ingin membahagiakan orang tuamu yang ada di desa..
(kata-kata wanita, tidak didengarkan oleh krisna, walaupun krisna merasa khawatir bahwa jika ia tetap tinggal di rumah ini mungkin ia akan terjebak dan masuk dalam tipu daya dan muslihat mpok laila dan teman-temannya)
Krisna : maaf nyonya. Lebih baik saya dipecat dan dipenjarakan dari pada berada dirumah ini..dan mencari pekerjaan yang lain !! yang namanya hukum seharusnya ditegakkan seadil-adilnya, kalau benar katakana benar dan yang salah katakana salah, meskipun yang bersalah adalah keluarga harus ada sanksinya.

Categorised in:

No comment for Seorang Pembantu Tampan Yang Tau Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *