Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BERITA TERKINI » Pengertian Reasuransi

Pengertian Reasuransi

(91 Views) November 29, 2012 4:42 am | Published by | 2 Comments
Reasuransi ialah mempertanggungkan kembali sejumlah resiko oleh suatu perusahaan asuransi kepada perusahaan asuransi lainnya.
Di sisi lain pengertian reasuransi dalam arti sebenarnya dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu aspek teknis, aspek hukum, dan aspek keuangan.

Pertama aspek teknis, di tinjau dari aspek teknis reasuransi merupakan suatu cara atau alat untuk mengurangi atau memperkecil beban resiko yang diterimanya dengan mengalihkan seluruh atau sebagian resiko itu kepada pihak penanggung lain.
Kedua aspek hukum, reasuransi adalah suatu perjanjian antara satu penanggung dengan satu atau lebih penanggung ulang/reasuradur. Penanggung wajib memberi dan penanggung ulang sepakat wajib menerima seluruh atau sebagian resiko yang diberikan kepadanya. Seperti halnya asuransi, perjanjian pertanggungan ulang juga bersifat timbale balik. Perjanjian ini menimbulkan hak-hak dan kewajiban-kewajiban antara kedua pihak.
Ketiga aspek keuangan, dari gejala ekonomi, maksud dan tujuan penanggung mengadakan perjanjian reasuransi dengan mengalihkan seluruh atau sebagian resiko yang diterimanya karena perjanjian asuransi kepada para penanggung lainnya adalah untuk mengubah suatu ketidakpastian agar menjadi lebih pasti, demi kesinambungan usahanya dalam menghadapi segala kemungkinan atau peluang kewajiban membayar ganti rugi atau santunan yang besar yang dapat menimbulkan hasil yang buruk dan mempengaruhi keadaan keungan.
Dalam mengadakan reasuransi, sebelumnya pihak pimpinan menentukan terlebih dahulu berapa besarnya retensi yang ditahan dalam perusahaan yang bersangkutan. Adapun maksud retensi tersebut ialah untuk menetapkan suatu batas maksimum dari uang pertanggungan, dalam hal mana perusahaan mau menanggung sendiri resiko tersebut (menanggung rugi). Sisa dari batas retensi akan direasuransikan kepada perusahaan lain.
Sebuah contoh: suatu perusahaan Asuransi menetapkan batas retensi sebesar Rp. 1.000.000.oo di mana perusahaan tersebut mau menanggung kerugian. Kita umpamakan besarnya uang pertanggungan Rp.3.000.000,oo. Sisa dari retensi perusahaan direasuransikan pada perusahaan lain. Maka batas retensi Rp. 1.000.000,oo, uang penanggungan Rp. 3.000.000,oo, direasuransikan Rp. 2.000.000,oo.
Dari contoh di atas andaikata terjadi ganti rugi maka perusahaan akan membayar kerugian Rp. 1.000.000,oo, sisanya akan ditanggung oleh perusahaan Reasuransi. (missal: Perusahaan Reasuransi Umum Indonesia).

Categorised in: ,

2 Komentar for Pengertian Reasuransi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *