Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » HIKMAH » Seluas Harapan dan Sesingkat Pertemuan

Seluas Harapan dan Sesingkat Pertemuan

(80 Views) Mei 27, 2017 3:34 pm | Published by | No comment

Patah hati, merupakan hal yang paling aku benci dalam percintaan, Karena aku menyakini tidak ada seorangpun di dunia ini yang menginginkan patah hati. Karena patah hati itu bermula dari rasa suka yang bersemi didalam sanubari bahkan cinta itu berwujud ke tahap cinta buta, pada akhirnya harus berujung dan bertepi, ketika kita mencintai terlalu berlebihan maka berbanding lurus dengan sakitnya patah hati. Walaupun ada pepatah mengatakan “keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya” tapi pepatah itu tidak akan berguna bagi seseorang yang sudah jatuh ke dalam hubungan cinta buta biarpun disakiti berkali-kali dia akan tetap memafkan dan tetap mencintai pasanganya.

Dalam pandangan dan pikiran aku kala patah hati pertama itu, sosoknya tidaklah menarik lagi, dirinya semakin sulit aku pahami, rasa suka yang ada semakin terkikis dan berujung benci. Jika aku mau jujur, rasa suka yang semakin luntur bukanlah Karena dirinya dan masa lalunya, Sebab ada pihak lain yang ikut berperan dan menambah kerumitan hubungan di antara kami hingga hancur, dialah seorang kaka angkat dia yang selalu hadir di saat aku tidak ada, seorang kaka angkat yang selalu bisa memahami dia sebelum aku dan jujur hubungan aku dengan dia saat itu berstatus tunangan dan berkhitbah secara agama. Agama pun telah melarang keras cowo mendekati cewe yang telah berkhitbah.

Sebagai cowo, walaupun se-ganteng dan se-gagah apapun cowo kalau patah hati pasti nangis, dalam tanda kutip cowo itu serius dalam menjalani hubungan cinta. Efek samping wajar dari patah hati salah satunya adalah menangis, Karena dengan menangis itulah yang dapat meringankan beban yang lahir akibat patah hati, keadaan inilah yang terjadi kepada aku dan cowo lain yang pernah mengalami hal serupa dengan aku, nangis bukan Karena cengeng tapi Karena sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata, karena sebagian orang mengatakan lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati, sudah kebayangkan bagaimana rasa sakitnya patah hati.

Dari kejadian ini yang harus cewe ketahui, cowo itu juga punya hati dan perasaan, kalau cowo sudah serius dalam menjalani hubungan cowo akan selalu berjuang demi kebahagian cewenya diantaranya pertama, percaya dengan pasangan tanpa keraguan. kedua, cowo rela jatuh demi cewe. ketiga, Rela ngasih yang terbaik untuk cewe. Keempat, memastikan hubungan itu mau dibawa kemana.

Karena semua terjadi pasti ada alasanya dan hanya Tuhan yang mampu membolak balikkan hati hambanya, sampai pada saatnya rasa cinta itu hadir kembali layaknya musim kemarau menjadi musim hujan dan bersemi kembali akhirnya pintu hati harus berani dibuka kembali.

Rasa cinta itu misteri,

adakah yang bisa memaksa?

Semula benci menjadi cinta,

di awal dicinta di akhir dicela. 

Entah dan bagaimana cinta ini bersemi kembali setelah patah hati terhadap dia, teori yang sederhana aku teringat intisari pelajaran “mutholaah” yang intisarinya jangan tinggalkan seseorang yang dicintai disaat dia mau mengakui kesalahan dan memperbaiki diri, Yang aku cintai itu manusia. Bukan malaikat yang selamanya benar, bukan juga syetan yang selamanya salah. Jadi wajarlah kalau ada salah-salah sedikit, Kan masih bisa kompromi. Mungkin dari situlah timbulnya rasa suka sampai jatuh cinta tapi tidak sampai cinta buta. Cintaku itu diwujudkan dalam rencana dan impian untuk menikahi dia. Inilah harapanku tentang hubungan kita:

When you asked me about dream and hope, you know?

I want to be a great husband to you,

I want to be a successful job I have,

Be an inspiring person for the people around me.

Be loveable and kind and sincere,

I want to be an amazing daddy for our kids later,

Be all of those great personalities and

I would make you happy with all my qualities,

Because you are my inspiration

And you’re the one for to be all that,

That will be our next dream and future. (8 april 2016)

Bukannya tak peduli akan patah hati yang lalu, tapi rasa cinta ada di hati entah mengapa tak bisa hilang, jadi seperti biasa, diriku semakin terbiasa. Hatiku mencintai dia sejak pertama kali melihatnya. Sejak pertama kali pertemuan pada sebuah rumah makan yang diawali dari chat BBM pada malam tahun baru 2013. Masih jelas di ingatan bagaimana wajahnya, senyumnya dan setiap tingkahnya. Rasa sukaku kepada dia benar-benar tidak bisa disembunyikan, Pertemuan tersebut membuat duniaku berubah sampai pada akhirnya hubungan aku dan dia berlanjutkan ke jenjang pertunangan dan pernikahan.

Dengan kalimat “ku terima menikahi … binti … dengan mahar …, aku ikatkan hubungan aku dan dia yang kurang lebih sudah berjalan selama 2 tahun dalam ikatan suci yang semoga diridhoi Tuhan YME, seiring dengan doa dan restu keluarga, sahabat dan kerabat satu langkah sudah  aku dan dia untuk memulai mewujudkan mimpi dan harapan kami berdua.

Setelah resepsi aku dan dia honeymoon  ke tempat yang menurut survei adalah salah satu tempat paling romantis untuk honeymoon, akhirnya selama 3 hari 2 malam disana menikmati suasana yang indah dan layaknya pengantin baru, suasana romantic yang pasti diinginkan setiap pasangan yang baru menikah, dan jujur aku sangat bersyukur bisa bahagia dan membahagiakan dia istriku.

Sepulang honeymoon aku dan dia kembali melakukan rutinitas, aku bekerja dan dia bekerja. Sebagai suami aku sebenarnya tidak menginginkan istriku bekerja tapi disisi lain aku tidak mau memutus karir yang telah dia rintis susah payah, karir yang telah diinginkanya sejak lulus kuliah aku tidak menginginkan jadi penghalang dalam karirnya walaupun sebelum menikah dia siap berhenti bekerja selepas menikah, akhirnya aku biarkan dia bekerja dan dia selalu menjadi perhatian prioritas aku.

Dalam sehari-harinya sebagai pasangan baru, tentunya wajar kalau aku selalu kangen dengan dia istriku, selalu menghubungi baik media social, telfon dan sms. Kendati demikian seperti selalu ada yang salah ketika aku mengungkapkan rasa kangen dan rinduku kepada istriku, dia terkadang marah dengan perlakuanku yang selalu menghubungi dia.

Setiap rumah tangga pasti mengalami pasang surutnya suatu hubungan, entah dan bagaimana suasana yang tidak diinginkan itu bermula, pasang surut hubungan rumah tangga menghampiri, aku dan dia sering bertengkar walaupun karena hal yang seyogiyanya sangat sepele. Permasalahan yang dihadapi aku dan dia tidak jauh dari soal keterbukaan masalah masing-masing dan dia belum siap berumah tangga sesuai dengan rumus dalam ilmu fisika, Rumus tersebut mengisyaratkan bahwa,  Pressure (P)  atau Tekanan berbanding lurus dengan Force (F) atau Gaya. Jadi kalau ada yang merasa hidupnya penuh dengan tekanan, bisa jadi karena dirinya kebanyakan gaya.

Bukan Karena ketika diomeli, dimarahi dan dicereweti yang menyakitkan, Karena itu tandanya masih sayang, yang lebih menyakitkan adalah saat dia memutusan untuk diam, aku didiamkan saja dan dianggap tidak ada. Dia hanya bicara melalui status media social, entah itu mewakili isi hatinya namun setidaknya dari situ aku tahu bahwa dia tidak bahagia hidup bersamaku, sampai pada akhirnya dia mengucapkan kalimat “ aku sebenarnya belum siap menikah, dan inilah aku adanya dengan kekuranganku”, sontak hati aku berkecamuk dan bercampur aduk harus bagaimana menyikapinya. hanya saja layaknya burung terbang yang ditembak mati oleh pemburu sakitnya hatiku, sakit hatiku sangat beralasan karena aku tidak bisa membahagiakan dia sehingga dia tidak bisa membanggakan ku layaknya orang yang dia sayang.

Jujur aku belum siap walaupun aku sudah mengira kalau seperti ini terus akan berujung perpisahan, aku yakin tidak ada orang yang menginginkan perpisahan walaupun ada pepatah “yang bertemu pasti berpisah”. Satu hal yang ingin aku sampaikan diakhir tulisan ini, maafkan aku yang tidak bisa memahamimu dan membahagiakanmu, semoga kelak ada laki-laki yang bisa mengerti, memahami dan membahagiakanmu jika laki-laki itu bukan aku.

Yang mungkin menjadikan rasa cinta itu indah atau bencana

Adalah apa yang tersembunyi di dalam hati

Iman atau nafsu belaka

Dari sini setidaknya aku belajar cinta yang berlebihan berbanding lurus dengan patah hati terhebat dalam hidup, mungkin inilah yang sesuai dengan kondisi aku saat ini, Karena hubungan semanis apapun akan menjadi pahit ketika patah hati tiba, dan ini patah hati kedua yang aku alami bersama dia yang mengubah pandangan aku terhadap cinta.

Cinta itu rumit, Karena bicara soal rasa dan rasa tidak bisa dipaksakan. Memaksamu mencintai aku itu tidak mungkin Karena aku tak sejahat itu. Aku tak ingin bertahun-tahun menua dengan kepedihan yang sama seperti ini.

Karena semua terjadi pasti ada alasanya dan hikmahnya, patah hati adalah sebuah tantangan kita mau apa setelahnya, yang terasa menyakitkan harus menjadi menyenangkan, yang telah pergi cukup direlakan dan didoakan, yang pernah nangis itu wajar tapi yang kedua kali cukup hirup nafas dalam-dalam dan doakan yang terbaik untuk dia. Setelahnya pintu hati harus berani dibuka kembali.

Dari pengalaman ini aku berpesan yang belum menikah segerelah menikah Karena Tuhan telah berjanji kebaikan kepada orang-orang yang telah menikah, selanjutnya bersyukurlah terhadap setiap nikmat dan apa-apa yang ada didalam pasangan yang telah dipasangkan kepada kita, Karena menikah bukan untuk menghitung-hitung kesalahan masing-masing, hentikanlah berharap terlalu banyak dan memberi harapan terlalu banyak kepada pasangan serta menuntut kesempurnaan Karena menikah adalah untuk menyempurnakan.

 

 

 

 

Categorised in:

No comment for Seluas Harapan dan Sesingkat Pertemuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *